Sahabat dan pengkhianat. Teman dan lawan. Yang tulus dan yang busuk. Yang setia dan yang berkhianat.Semua ada dihadapan. Saru, rancu, tak jelas, lebur, apalah itu. Semua menyatu.
Ingin jatuh pingsan saja, kalau boleh memilih, biarpun ditandu sekalipun, tapi ternyata itu bukan pilihan.
Hidup atau mati. Hitam atau putih. Bukan pingsan atau abu-abu.
Dan aku telah memilih.
Terus, apa yang akan aku lakukan? Entahlah. Masih belum tau.Aku pilih hidup, meski lalu pasti mati. Lebih baik, sepertinya, daripada mati
tapi terus membayangkan bagaimana rasanya hidup.
Untung saja aku pilih hidup. Petunjuk tentang hidup banyak sekali, dan mudah dicari. Jauh lebih baik daripada pilih mati, yang sama sekali tak punya petunjuk tentang untuk hidup.
No comments:
Post a Comment